1 Juni 2011

Hiduplah Dengan Mimpi

Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. Demikian ucap Arai, salah satu tokoh dalam buku “Edensor” karangan Andrea Hirata.

Hidup dengan tujuan; Bagaimana melihat sesuatu dengan visi yang besar. dalam hal ini, masa depan. Dan modalnya hanya satu ; IMPIAN.

Semua orang sukses pasti di awali dengan impian yang besar tapi, jangan hanya bermimpi. Buat mimpi yang kita punya memiliki ruh berupa kekuatan dan keyakinan agar bisa diwujudkan. Memang awalnya tidak mudah tapi, bukan berarti mustahil diwujudkan. Sekarang tanyakan pada diri kita sendiri. Apa impian terbesar dalam hidup kita? Setelah itu, jadikan mimpi yang kita punya tersebut sebagai rencana awal masa depan yang kelak kita capai. Untuk mewujudkan rencana itu kita butuh penghasilan, penghasilan bisa didapat dengan cara kerja keras dan mengorbankan waktu luang kita untuk bersantai. Tapi, sekali lagi ini bukanlah proses yang mudah. Karena mencari kerja di zaman seperti ini tidak seperti membalik telapak tangan. Lalu, bagaimana kalau kerjaan yang di idamkan tidak kunjung datang? Atau justru pekerjaan itu harus terlepas dari gegaman? Tidak berkerja berarti tidak punya penghasilan. Apa hanya karena itu kita membiarkan rencana awal masa depan kita akan berantakan? Tidak! Jangan! Bukankah kalau kita menemukan jalan buntu didepan langkah, kita masih punya kesempatan untuk selalu bisa puter balik. Kembali kejalan sebelumnya dan kita mulai lagi dari awal dengan segala bentuk perbaikan. Ingatkan diri kita bahwa kita masih punya aset/modal awal yaitu impian..

Aset; mendengar kata aset biasanya kita langsung berfikir tentang uang, kekayaan yang biasa di miliki konglomerat. Mendengar itu, kita keburu pesimis berfikir bahwa orang-orang seperti kita tidak bisa memiliki aset. Tapi, kita salah. padahal kita bisa. Aset itu bukan hanya sesuatu yang dibeli dengan uang yang banyak ataupun yang bersifat mewah. Aset itu adalah diri kita. Aset itu adalah jaringan kita, bagaimana kita bisa menempatkan diri sebaik mungkin dalam lingkungan kita.

Bicara mengenai mimpi, pasti kita selalu berfikir bahwa impian itu adalah sesuatu yang indah. Tapi, itu salah. impian adalah sesuatu yang menyakitkan, menjijikan dan memuakan. Coba saja bayangkan, dibalik tangisan bayi yang baru lahir, yang lucu, yang mungil itu pasti ada jeritan, ada kesakitan, ada darah yang mengalir dari ibunya. Dibalik kepak sayap indah kupu-kupu yang terbang itu ada kepongpong yang didalamnya terdapat ulat yang mengeliat, menjijikan. Dan dibalik buah yang kita nikmati, yang lezat, yang manis itu terdapat pula pupuk yang terbuat dari kotoran. Jadi, sebenarnya mimpi hanyalah akan membuat kita terlena dan lupa akan bagaimana cara mewujudkan impian itu apabila kita hanya menganggap mimpi adalah sesuatu yang indah saja.

Ada ribuan cara untuk mewujudkan mimpi dan kita harus memilihnya. Namun, setelah kita pilih kita harus sadar akan konsekuensinya. Konsekuensi yang paling pahit adalah putus asa. Dan keputus asaan itulah yang akan membuat kita menyangsikan keputusan yang sudah kita pilih. Akibatnya kita akan berfikir untuk memilih pilihan yang lain padahal, tanpa kita sadari puncak dari mimpi yang ingin kita raih tersebut sebentar lagi sampai. Untuk itu, bersabarlah! Sayang sekali apabila kita harus memulainya lagi dari awal

1 komentar:

OEN-OEN mengatakan...

bagiku tanpa mimpi hidup tak akan berarti :D